Direct-Call KKP Permudah Ekspor Produk Perikanan ke Singapura

satunusantaranews, Manado - Kementerian Kelautan dan Perikanan BKIPM Manado, melakukan terobosan dengan mempermudah ekspor produk perikanan dari Manado ke Singapura yang bertujuan mendukung tumbuhnya industri perikanan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Peresmian direct-call dari Manado ke Singapura ini berlangsung di Bandara Samratulangi (8/3). Kepala UPT BKIPM Manado, Hatta Arisandi menyampaikan adanya direct call ini sangat bermanfaat dalam masa pandemi seperti ini. Hal itu dikarenakan waktu dan biaya pengiriman ekspor produk perikanan lebih efisien.

"Jika sebelumnya via Jakarta membutuhkan waktu sekira 8-12 jam, direct call ini memangkas waktu hingga menjadi 3,5 jam. Kemudian dari sisi biaya pengiriman juga menjadi lebih murah. Jika via Jakarta sebesar Rp.32-34 ribu per kilogram, dengan direct call ekspor bisa direduksi menjadi Rp.23-27 ribu per kilogram" tambah Hatta

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina menilai, adanya direct call ekspor menjadi kabar gembira bagi stakeholder, khususnya pelaku usaha perikanan di Sulawesi Utara. Singapura termasuk salah satu tujuan ekspor produk perikanan Sulut, pada tahun 2020 volume ekspor mencapai 128.523kg dengan nilai USD1,1 juta, jelas Rina saat peluncuran direct call Manado-Singapura.

Produk perikanan Sulawesi Utara telah diekspor ke 29 negara. Ekspor produk perikanan ke Singapur kemarin tak hanya fresh dan frozen tuna saja. Tapi juga ada beberapa produk perikanan lainnya antara lain kepiting, bandeng fillet, dan red sniper.

Sedangkan komoditas perikanan yang rutin dikirim ke Singapura di antaranya fresh tuna, frozen tuna, lobster air tawar, ikan betutu, ikan hias air laut, teripang dan berbagai komoditas perikanan lain bernilai ekonomis tinggi.

Rina berharap, direct call ini bisa meningkatkan produksi dan nilai ekspor komoditas perikanan Sulawesi Utara, lantaran prosesnya menjadi lebih cepat.

KKP di bawah komando Menteri Trenggono dipastikan Rina mendukung penuh para pelaku usaha dengan penjaminan mutu dan keamanan hasil perikanan serta penjaminan kesehatan ikan melalui sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Cara karantina Ikan yang Baik (CKIB) dan Health Certificate akan terus diupayakan.

Hal itu sejalan dengan penyampaian Hatta Arisandi terkait penerbitan Health Certificate. Menurutnya sertifikat tersebut adalah salah satu bentuk jaminan bahwa komoditi perikanan yang dilalulintaskan atau diekspor ke Singapur aman dikonsumsi dan bebas dari hama penyakit ikan karantina.

Melihat besarnya potensi sumberdaya ikan di Sulawesi Utara dan besarnya volume ekspor produk perikanan maka BKIPM Manado berencana akan terus membuka pasar seluas-luasnya. Sehingga komoditi perikanan Sulawesi Utara dapat dikirim kebanyak negara. Saat ini dapat direct ke Jepang dan Singapur. Selanjutnya akan di sasar ke Cina.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya mengatakan, perlu adanya peningkatan kualitas produksi dan jaminan ketelusuran perikanan guna menarik kepercayaan pasar dunia. Selain itu, Menteri Trenggono mengajak masyarakat perikanan untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan ekosistem laut agar usaha juga berjalan secara kesinambungan.

Penulis: Dini/HumBKIPM
Editor: Bambang P

Baca Juga