Welcome Metaverse, Dunia Maya Rasa Nyata

Welcome Metaverse, Dunia Maya Rasa Nyata
Welcome Metaverse, Dunia Maya Rasa Nyata

satunusantaranews, Jakarta - Helloww SNNears, pengembangan teknologi Metaverse atau dunia virtual tiga dimensi diprediksi akan semakin pesat terjadi ke depannya termasuk di Indonesia. Namun, tahukah kalian jika, secara konsep teknologi Metaverse ternyata sudah ada sejak periode 1980-an silam.

Konsep Metaverse pada zaman dulu muncul dengan istilah lain. Dulu sempat ada (istilah) immersive technology, kemudian ada VR, AR. Di industri ini kita bisa bergabung dengan konten-konten digital.

Bedanya, kalau VR kita sebagai manusia makhluk nyata, nyebur ke dunia digital. Di AR, dunia digital sendiri lah yang 'nyemplung' ke dunia kita. Dan berbeda dengan Konsep Metaverse sendiri, semua yang bisa kita lakukan ya ada di sana dan semua akan bercampur atau mixing.

Makanya ada juga istilah VR, AR, dan Mix Reality, nah itulah yang akan terjadi di Metaverse. Jadi dasar terciptanya dunia Metaverse adalah teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Tanpa kedua teknologi itu, dunia virtual 3D tak akan tercipta.

Nah sebentar lagi ... SNNears, dalam dunia Metaverse manusia bisa merasakan sensasi berinteraksi seperti di dunia nyata. Bedanya, semua pengalaman akan terjadi di dunia maya. Waduh duh duh keren juga nih konsep teknologi.

Bahkan saat ini sudah ada beberapa teknologi atau gim yang menerapkan teknologi semi-Metaverse. Gim-gim tersebut umumnya adalah permainan yang menyediakan ruang bagi pemain untuk berinteraksi di dunia buatannya.

Pada dunia Metaverse yang sebenarnya, pengguna internet nanti bisa merasakan pengalaman interaksi dan aktivitas di dunia nyata secara digital.

Seperti bisa melihat pesan yang masuk ke telepon selulernya saat berada di dalam dunia Metaverse. Hmm yang LDR seneng dong, tetep bisa merasakan si doi yang jauh disana.

Meski sudah di depan mata, tapi pengembangan dunia Metaverse di Indonesia masih menemui sejumlah tantangan. Yakni tingginya harga alat yang dibutuhkan untuk membuat fundamental dari Metaverse, yaitu VR dan AR. Selain tantangan untuk membuat adopsi dunia Metaverse bisa merata dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, dalam dunia Metaverse nanti segala kemungkinan bisa terjadi, bahkan pada hal-hal yang mungkin sulit dilakukan di dunia nyata. Dalam kurun lima tahun ke depan, diprediksikan pengembangan Metaverse atau pemanfaatan VR dan AR secara lebih optimal di Indonesia bisa dilakukan pada sektor Pendidikan, SDM, dan Hiburan.

Hanya saja butuh limitasi privasi atau harus dilindungi itu privasi. Tapi bayangkan, nanti kita bisa bikin properti di sana, bikin konser, demo masak, dan segala macam kegiatan. Itu nanti bisa dikoneksikan juga dengan commerce yang ada sekarang. Dan yang paling possible di Indonesia dalam kurun lima tahun ke depan tetap di sektor edukasi dan human development.

Penulis: Icha
Editor: Nawasanga

Baca Juga