Ratusan Mahasiswa Megapolitan Gelar Aksi Tolak Komando Amerika di Patung Kuda

banner 468x60

satunusantaranews.co.id , JAKARTA – Di bawah langit sore Ibukota, jalanan di sekitar kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, kembali menjadi saksi bisu perlawanan pemuda Islam. Pada Jumat (27/2/2026),

sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muslim Megapolitan (AM3) menggelar aksi damai menolak keras wacana pengiriman militer Indonesia ke dalam Board of Peace di bawah komando Amerika Serikat.

Aksi yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini berjalan dengan sangat tertib, terstruktur, dan penuh semangat ideologis. Ratusan peserta aksi yang merupakan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jakarta Raya tampak merapatkan barisan, membentangkan spanduk raksasa, serta mengangkat poster-poster bertuliskan kecaman terhadap imperialisme Barat, seperti “Haram Kirimkan Tentara di Bawah Komando Amerika!”
dan “Our Army is Not for Sale to the US!”.

Suasana aksi semakin memanas oleh gelora perjuangan ketika para orator perwakilan kampus bergantian menaiki mimbar bebas.

Mereka membedah kedok Amerika Serikat yang selama ini menggunakan dalih “perdamaian dunia” untuk mengamankan kepentingan geopolitik dan ekonomi kapitalis mereka di negeri-negeri muslim.

Menariknya, aksi ini tidak hanya diisi dengan orasi politik standar. Rangkaian acara juga diwarnai dengan pembacaan puisi perlawanan yang menyayat hati, mengingatkan massa pada penderitaan umat Islam di Palestina dan wilayah jajahan lainnya akibat persenjataan Amerika.

Puncak kobaran semangat terjadi ketika salah seorang orator membawakan orasi dalam bahasa Arab yang fasih dan lantang. Orasi tersebut menegaskan hukum syara’ bahwa umat Islam haram memberikan wala’ (loyalitas) dan menyerahkan kepemimpinan militer kepada kaum Kafir Harbi (negara penjajah yang memusuhi Islam).

“Menyerahkan tentara kaum muslimin untuk dikomandoi oleh Amerika Serikat adalah sebuah bentuk pengkhianatan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan darah para syuhada! Militer kita adalah perisai umat, bukan anjing penjaga hegemoni Amerika!” seru salah satu orator yang disambut pekik takbir bersahutan dari massa aksi.

Menjelang akhir aksi, Koordinator Lapangan membacakan Press Release resmi sikap mahasiswa dalam dua bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Penggunaan Bahasa Inggris sengaja dipilih untuk mengirimkan pesan kuat kepada dunia internasional dan kedutaan-kedutaan asing di Jakarta, bahwa pemuda terpelajar Indonesia tidak bisa dibodohi oleh ilusi Board of Peace.

“We stand here today to loudly declare: Our military is not a tool for US imperialism! Secara syar’i, haram hukumnya mengirimkan tentara di bawah komando Amerika!” tegas sang Aksi damai ini ditutup tepat pada pukul 18.00 WIB. Setelah membacakan doa penutup yang memohon perlindungan bagi kedaulatan umat Islam di seluruh dunia, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60