satunusantaranews.co.id ,Jakarta — Mandaya Group dan perusahaan bioteknologi asal Korea Selatan, Geron Bio, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengembangan laboratorium berstandar Good Manufacturing Practices (GMP) di Indonesia. Acara penandatanganan berlangsung di Mandaya Royal Hospital, Tanggerang Jumar (28/11) siang.
Penandatanganan dilakukan Founder Mandaya Hospital Group, Dr. Ir. Edhijanto Widaja Taufik, MBA, M.Biomed dan CEO GeronBio, Lee Shongune, didampingi tim GeronBio di Indonesia: Hur Youngsoon (Ayu), CFO Herris Salim, General Manager Hong Jung Hee, dan BR Mega Setiyawati
Dalam sambutannya, Edhijanto Widaja Taufik, mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan pengobatan modern dan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia. “Ini adalah langkah besar bagi layanan kesehatan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Lee Shongune menyampaikan komitmen GeronBio untuk memperluas penerapan teknologi terapi sel ke Indonesia. “Kami melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi besar dan fleksibel dalam pengembangan terapi sel.
Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan teknologi terbaik Korea Selatan dan mendukung penguatan ekosistem riset medis di Indonesia,” ujar Lee.
Melalui hadirnya laboratorium berstandar GMP ini, Mandaya Group dan Geron Bio berharap dapat membuka akses lebih luas bagi pasien Indonesia terhadap terapi sel modern yang sebelumnya hanya tersedia di luar negeri. Kolaborasi ini menandai langkah signifikan menuju penguatan teknologi kesehatan berbasis bioteknologi di tanah air.
Fasilitas berteknologi tinggi ini akan menjadi fondasi bagi pengembangan layanan precision medicine, termasuk terapi kanker dan berbagai penyakit kompleks.
Geron Bio merupakan perusahaan riset yang berfokus pada teknologi terapi sel punca, obat berbasis sel, serta pengembangan imunoterapi. Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengembangkan terapi inovatif menggunakan stem cell, terapi sel punca, dan terapi sel imun.











